D3 TKJ UNTAD

Forum Buat Berbagi Ilmu Pengetahuan
 
IndeksFAQPencarianAnggotaPendaftaranGroupGalleryLogin

Share | 
 

 Tugas CCNA3 Mod 2 v3.1 (part IV)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
rendra
Moderator
Moderator


Number of posts : 179
Age : 39
Registration date : 26.07.07

PostSubyek: Tugas CCNA3 Mod 2 v3.1 (part IV)   Sat Apr 05, 2008 10:21 pm

Deadline : 8 April 2008 (12.00)

Compare and contrast distance vector and link-state routing


All distance vector protocols learn routes and then send these routes to directly connected neighbors. However, link-state routers advertise the states of their links to all other routers in the area so that each router can build a complete link-state database. These advertisements are called link-state advertisements (LSAs). Unlike distance vector routers, link-state routers can form special relationships with their neighbors and other link-state routers. This is to ensure that the LSA information is properly and efficiently exchanged.

The initial flood of LSAs provides routers with the information that they need to build a link-state database. Routing updates occur only when the network changes. If there is no changes, the routing updates occur after a specific interval. If the network changes, a partial update is sent immediately. The partial update only contains contains information about links that have changed, not a complete routing table. An administrator concerned about WAN link utilization will find these partial and infrequent updates an efficient alternative to distance vector routing, which sends out a complete routing table every 30 seconds. When a change occurs, link-state routers are all notified simultaneously by the partial update. Distance vector routers wait for neighbors to note the change, implement the change, and then pass it to the neighboring routers.

The benefits of link-state routing over distance vector protocols include faster convergence and improved bandwidth utilization. Link-state protocols support classless interdomain routing (CIDR) and variable-length subnet mask (VLSM). This makes them a good choice for complex, scalable networks. In fact, link-state protocols generally outperform distance vector protocols on any size network. Link-state protocols are not implemented on every network because they require more memory and processing power than distance vector protocols and can overwhelm slower equipment. Another reason they are not more widely implemented is the fact that link-state protocols are quite complex. This would require well-trained administrators to correctly configure and maintain them.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Ronald
Penghuni Baru
Penghuni Baru


Number of posts : 36
Age : 28
Location : meneketehe
Registration date : 23.07.07

PostSubyek: Re: Tugas CCNA3 Mod 2 v3.1 (part IV)   Mon Apr 07, 2008 3:35 pm

Semua distance vector mempelajari routes and mengirim routes mereka ke router yang terhubung secara langsung. Bagaimanapun, router router link-state memperlihatkan keadaan dari link mereka ke router lain pada area tersebut sehingga setiap router dapat membangun data base link-state secara lengkap. Cara ini disebut link-state advertisiments (LSAs). Tidak seperti router distance vector, router link-state dapat membentuk kerja sama yang baik antar tetangga, dan link-state lain dalam router router. Ini meyakinkan bahwa informasi dari LSA lebih baik dan lebih effisien.

Dengan terjadinya flood dari LSAs memberikan informasi yang dibutuhkan router router untuk membangun link-state database. Routing updates terjadi ketika network berubah. Jika tidak ada perubahan, routing updates terjadi setelah spesifik interval. Jika jaringan berubah, sebagian update dikirim sesegera mungkin. Sebagian updates hanya mengandung informasi tentang links yang telah berubah. Bukan routing table yang lengkap. Seorang administrator memanfaatkan link WAN untuk mendapatkan bagian ini dan jarang mengupdates alternative ke routing distance vector, yang mengirim routing table secara lengkap setiap 30 detik. Ketika perubahan itu terjadi, semua router link-state mengetahui secara berkesinambungan melalui perubahan. Router router distance vector akan menunggu dari tetangga informasi tentang perubahan, mengimplementasikan perubahan, dan meneruskan informasi tersebut ke router tetangga.

Keuntungan dari routing link-state dibanding protocol distance vector termasuk kecepatan mengumpulkan dan menambah penggunaan bandwidth. Protocols link-state mendukung classless interdomain routing (CIDR) dan variable-length subnet mask (VLSM). Hal ini membuat link-state menjadi pilihan terbaik untuk jaringan yang kompleks dan teratur. Protocol Link-state umumnya tidak dapat melakukan kerja protocol distance vector dalam bentuk jaringan apapun. Protocol link state tidak diimplementasikan pada setiap jaringan karena mereka membutuhkan memori dan prosesor yang besar dibandingkan protokol distance vector dan tidak mampu bekerja pada peralatan yang lambat. Alasan lain link-state tidak diimplementasikan pada area yang lebih besar. Hal ini membutuhkan seorang administrator yang telatih dengan baik.

Created by Ronisafar & Yuni Prihatin
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
FERNANDES
Penghuni Baru
Penghuni Baru


Number of posts : 35
Age : 29
Location : Palu
Registration date : 24.07.07

PostSubyek: Re: Tugas CCNA3 Mod 2 v3.1 (part IV)   Tue Apr 08, 2008 11:16 am

rendra wrote:
Deadline : 8 April 2008 (12.00)

Compare and contrast distance vector and link-state routing


All distance vector protocols learn routes and then send these routes to directly connected neighbors. However, link-state routers advertise the states of their links to all other routers in the area so that each router can build a complete link-state database. These advertisements are called link-state advertisements (LSAs). Unlike distance vector routers, link-state routers can form special relationships with their neighbors and other link-state routers. This is to ensure that the LSA information is properly and efficiently exchanged.

The initial flood of LSAs provides routers with the information that they need to build a link-state database. Routing updates occur only when the network changes. If there is no changes, the routing updates occur after a specific interval. If the network changes, a partial update is sent immediately. The partial update only contains contains information about links that have changed, not a complete routing table. An administrator concerned about WAN link utilization will find these partial and infrequent updates an efficient alternative to distance vector routing, which sends out a complete routing table every 30 seconds. When a change occurs, link-state routers are all notified simultaneously by the partial update. Distance vector routers wait for neighbors to note the change, implement the change, and then pass it to the neighboring routers.

The benefits of link-state routing over distance vector protocols include faster convergence and improved bandwidth utilization. Link-state protocols support classless interdomain routing (CIDR) and variable-length subnet mask (VLSM). This makes them a good choice for complex, scalable networks. In fact, link-state protocols generally outperform distance vector protocols on any size network. Link-state protocols are not implemented on every network because they require more memory and processing power than distance vector protocols and can overwhelm slower equipment. Another reason they are not more widely implemented is the fact that link-state protocols are quite complex. This would require well-trained administrators to correctly configure and maintain them.

Assalamualaikum Wr.Wb

Semua protocol distance vector mempelajari rute dan mengirimkan rute tersebut ke tetangga terdekat yang berhubungan secara langsung. Bagaimana pun juga, router link-state mengirimkan informasi jalur dalam linknya ke semua router dalam area tersebut jadi router tersebut dapat membangun database link-statenya secara lengkap. Informasi tersebut dapat disebut juga link-state advertisement (LSAs). Tidak seperti router distance vector, router link-state dapat membentuk hubungan yang spesial dengan tetangganya dan router link-state yang lain. Ini menyakinkan informasi LSA untuk bekerja dengan baik dan dengan efisien.

Flood dari LSA memberikan router informasi yang dibutuhkan untuk membangun database link-state. Update routing hanya terjadi jika jaringan itu berubah. Jika tidak berubah, update routing terjadi setelah jarak yang ditentukan. Jika jaringan berubah, bagian update dikirimkan secara bertahap atau teratur. Bagian update hanya termasuk dalam informasi tentang links yang diubah, bukan tentang kelengkapan tabel routing. Seorang administrator memperhatikan link WAN untuk menemukan bagian dan update yang jarang terjadi dengan alternative yang tepat ke routing distance vector, yang mana mengirimkan tabel routing dengan lengkap keluar setiap 30 detik. Router distance vector menunggu perubahan catatan dari tetangga, perubahan implementasi dan nilai dari router tetangga.

Keunggulan dari routing link-state dari protocol distance vector termasuk menambah kecepatan dan penggunaan bandwidth. Protocol link-state mensuport classless interdomain routing (CIDR) dan variable length subnet mask (VLSM). Ini membuat link-state sebagai pilihan yang tepat untuk jaringan yang teratur. Faktanya, kinerja protokol link-state biasanya blebih dari protokol distance vector dalam berbagai ukuran network. Protokol link-state tidak diimplementasikan dalam setiap network karena link-state memerlukan memori lebih dan proses tenaga yang lebih besar dari protokol distance vector. Alasan lainnnya, link-state tidak lebih luas diimplementasikan merupakan fakta bahwa protokol link-state sungguh kompleks. Ini memerlukan administrator yang terlatih dengan baik untuk mengkonfigurasi dengan tepat dan memeliharanya.

Waalaikumsalam Wr.Wb

Nama Kelompok :
1. Fernandes Dadung
2. Nella Suciawati Manoppo
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://z3ba0th.wordpress.com
Sponsored content




PostSubyek: Re: Tugas CCNA3 Mod 2 v3.1 (part IV)   Today at 6:18 am

Kembali Ke Atas Go down
 
Tugas CCNA3 Mod 2 v3.1 (part IV)
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» [WTS]Accessories + Spare Part Kawasaki Ninja (Harga Bersaing!!)
» Murahnya spare part di Singapura
» Try to use Daytona Spare Part
» WTS : Part ex moge PNP ninja 250
» part subtitusi ninin 250

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
D3 TKJ UNTAD :: Gudang Ilmu :: Gudang CCNA :: Gudang Tugas CCNA 3-
Navigasi: