D3 TKJ UNTAD

Forum Buat Berbagi Ilmu Pengetahuan
 
IndeksFAQPencarianAnggotaPendaftaranGroupGalleryLogin

Share | 
 

 Tugas CCNA3 Mod 2 v3.1 (part II)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
rendra
Moderator
Moderator


Number of posts : 179
Age : 39
Registration date : 26.07.07

PostSubyek: Tugas CCNA3 Mod 2 v3.1 (part II)   Sat Apr 05, 2008 10:18 pm

Deadline : 8 April 2008 (12.00)


How routing information is maintained


Link-state routing uses the following features:

* Link-state advertisements (LSAs)
* A topological database
* The shortest path first (SPF) algorithm
* The resulting SPF tree
* A routing table of paths and ports to each network to determine the best paths for packets

Link-state routing protocols were designed to overcome the limitations of distance vector routing protocols. For example, distance vector protocols only exchange routing updates with immediate neighbors while link-state routing protocols exchange routing information across a much larger area.

When a failure occurs in the network, such as a neighbor becomes unreachable, link-state protocols flood LSAs using a special multicast address throughout an area. Each link-state router takes a copy of the LSA and updates its link-state, or topological database. The link-state router will then forward the LSA to all neighboring devices. LSAs cause every router within the area to recalculate routes. Because LSAs need to be flooded throughout an area, and all routers within that area need to recalculate their routing tables, the number of link-state routers that can be in an area should be limited.

A link is the same as an interface on a router. The state of the link is a description of an interface and the relationship to its neighboring routers. For example, a description of the interface would include the IP address of the interface, the subnet mask, the type of network to which it is connected, the routers connected to that network, and so on. The collection of link-states forms a link-state database, sometimes called a topological database. The link-state database is used to calculate the best paths through the network. Link-state routers find the best paths to destinations. Link-state routers do this by applying the Dijkstra shortest path first (SPF) algorithm against the link-state database to build the shortest path first tree, with the local router as the root. The best paths are then selected from the SPF tree and placed in the routing table.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
melly
Penghuni Baru
Penghuni Baru


Number of posts : 2
Age : 29
Location : baca komic, main chatting, makan dll
Registration date : 05.02.08

PostSubyek: Re: Tugas CCNA3 Mod 2 v3.1 (part II)   Mon Apr 07, 2008 1:24 pm

Assalaualaikum Wr.Wb

Tugas part II

Link-state routing meliputi :
* Link-state advertisements (LSAs)
* Topologi database
* Alogaritma Shortest Path First (SPF)
* Hasil dari SPF tree
* Penentuan jalur terbaik pada routing terbaik, baik jalurnya maupun portnya

Link-state routing protokol dibuat untuk mengatasi keterbatasan dari protokol distance vector.

Pada saat terjadi kesalahan pada jaringan, contohnya pada jaringan tetangga tidak terdeteksi, link-state protokol akan "membanjiri" LSA dengan menggunakan alamat multicast kesemua area. Router yang telah menerima informasi update akan mengirimkan kembali LSAnya ke router lain.
LSA menyebabkan semua router diarea tersebut untuk menghitung kembali jalur routernya karena LSA harus mengirimkan update ke seluruh jaringan, dan seluruh router harus menghitung kembali jumlah routing tabelnya (jalurnya), maka jumlah dari links-state router dalam satu area harus di batasi.

sebuah link bisa dikatakan hampir sama dengan interface pada router. Jika interface pada router berisi IP address, subnetmask, tipe jaringan yang akan terkonek, dan lain-lain, sementara kumpulan dari link berisi database link-state yang lebih sering disebut topologi database.
Link-state database digunakan untuk menghitung jalur terbaik pada jaringan. Link-state router akan menentukan jalur terbaik untuk menuju ketujuannya. Penentuan jalur terbaik link-state dengan memilih Dijkstra pada Shortest Path First (SPF) untuk membangun SPF tree. Dengan router lokal sebagai root.

Wasalamualaikum Wr.Wb

Chusnul Meliati
meliati_1987@yahoo.co.id

Wiwik Supriyatin
wi2k_ybe@yahoo.com
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
aNgL3_87
Penghuni Baru
Penghuni Baru


Number of posts : 11
Age : 29
Location : Palu
Registration date : 26.02.08

PostSubyek: Re: Tugas CCNA3 Mod 2 v3.1 (part II)   Mon Apr 07, 2008 3:51 pm

Bagaimana informasi routing dibangun.

Fitur-fitur yang digunakan oleh Link-State routing :
* Link-state advertisments (LSAs)
* Database tentang topologi
* Algoritma Shortest Path First (SPF)
* Hasil dari SPF tree (pohon Shortest Path First)
* Tabel routing tentang jalur dan port ke setiap jaringan untuk menentukan jalur terbaik dalam pengiriman paket.

Protokol Link-state didesain untuk menanggulangi kekurangan dari protokol distance vector.Sebagai contoh, protokol distance vector hanya mengubah update routingnya ke router tetangga yang terdekat sementara protokol link-state mengubah informasi routingnya ke seluruh jaringan.

Ketika dalam jaringan muncul kesalahan atau masalah, seperti jaringan yang tidak dapat dijangkau (unreachable), protokol Link-state akan melakukan flooding (membanjiri) jaringan dengan LSA (Link-state advertisment) menggunakan alamat multicast keseluruh jaringan. Tiap router yang menggunakan Link-state akan mengambil informasi mengenai LSA dan update tentang Link-statenya atau database tentang topologinya. Router tersebut kemudian akan meneruskan LSA tersebut keseluruh perangkat jaringan tetangga. LSA akan membuat seluruh router yang ada dalam jaringan atau areanya untuk menghitung kembali rute atau jalurnya. Karena LSA dalam proses pengirimannya dengan cara membanjiri jaringan, dan semua router yang terdapat dalam jaringan tersebut perlu untuk menghitung kembali tabel routingnya, sehingga jumlah dari router yang menggunakan Link-state dalam jaringan tersebut perlu dibatasi.

Sebuah jalur dalam jaringan yang menggunakan sebuah router sama dengan interface yang ada pada router tersebut. Keadaan dari jalur tersebut menggambarkan interfacenya dah hubungannya ke router tetangga. Sebagai contoh, gambaran mengenai interface tersebut akan memuat ip address dari interface, subnet mask, type dari jaringan dimana dia terhubung, router terhubung dengan jaringan tersebut, dan sebagainya. Kumpulan dari bentuk link-state yaitu database link-state, biasa disebut dengan database topologi. Database tersebut digunakan untuk mengkalkulasi jalur terbaik dalam jaringan. Router yang menggunakan link-state akan menemukan jalur terbaik ke tujuannya dengan melakukan proses perhitungan yang disebut dengan algoritma Dijkstra Shortest Path First (SPF) selanjutnya database tersebut membangung Shortest Path First (SPF) tree, dengan router tersebut sebagai root yang berada dipuncak pohon tersebut. Jalur terbaik akan dipilih dari SPF tree kemudian ditempatkan pada tabel routing.



Kelompok :

1. Baharuddin = bahar.cute@gmail.com

2. Yulnaersi = ersi_lie@yahoo.com
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
yasirzend
Penghuni Baru
Penghuni Baru


Number of posts : 3
Registration date : 02.04.08

PostSubyek: Re: Tugas CCNA3 Mod 2 v3.1 (part II)   Mon Apr 07, 2008 5:43 pm

PART IIlol! lol!



cara merawat informasi routing

fitur yang digunakan Link-state routing

* Link-state advertisements (LSAs)
* Topologi database
* Shortest Path First (SPF) algoritma
* Resulting SPF tree
* jalur dari Tabel routing dan port dari beberapa jaringan untuk menentukan paket melewati jalur terbaik

Link-state routing protokol merancang untuk mengatasi pembatasan dari distance vector routing protokol. Contoh, distance vector protokol hanya terganti ketika update routing dengan segera saat link-state routing protokol terganti ketika jalur informasi routing menjadi banyak dan besar dalam area.

Ketika suatu kegagalan terjadi dalam jaringan, seperti itu maka neighbors menjadi unreachable, link-state protokol flood LSAs menggunakan multicast address throughout dalam area. Beberapa Link-state router mengcopy dsri LSA dan update link-state, atau topologi database. Link-state router akan meneruskan LSA untuk semua perlengkapan neighboring. LSAs membutuhkan flooded throughput dalam area, dan semua router dalam area membutuhkan untuk memperhitungkan lagi routing tabel, angka dari link-state router-router bisa dalam area mesti dibatasi.

sebuah link hampir sama dengan interface pada router. deskripsi dari link dari interface dan hubungan untuk neighboring router. Contoh : Deskripsi dari interface yang dimasukkan dari IP address dari interface, subnet mask, dan tipe dari jaringan yang konek dengan jaringan dan lain-lain. Koleksi dari dari link-states forms adalah link-state database, terkadang disebut topologi database. Link-state database digunakan untuk memperhitungkan jalur terbaik dalam jaringan. Link=-state router akan menemukan jalur terbaik untuk tujuannya. link-state router menggunakan Djikstra Shortest Firs (SPF) algoritma untuk link-state database unutk membangun shortest path first tree, dengan router lokal sebagai root. Jalur terbaik akan dipilih dari SPF tree dan tempat dalam tabel routing.

Nama : Yasir
e-mail : yasir_zend86@yahoo.com
Nama : ishariyadi
e-mail : ixi031@yahoo.com
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Sponsored content




PostSubyek: Re: Tugas CCNA3 Mod 2 v3.1 (part II)   Today at 6:19 am

Kembali Ke Atas Go down
 
Tugas CCNA3 Mod 2 v3.1 (part II)
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» [WTS]Accessories + Spare Part Kawasaki Ninja (Harga Bersaing!!)
» Murahnya spare part di Singapura
» Try to use Daytona Spare Part
» WTS : Part ex moge PNP ninja 250
» part subtitusi ninin 250

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
D3 TKJ UNTAD :: Gudang Ilmu :: Gudang CCNA :: Gudang Tugas CCNA 3-
Navigasi: